Beranda Berita Berikut Biodata Selebgram Annisa Dewi yang jadi Muncikari di Pangkalpinang

Berikut Biodata Selebgram Annisa Dewi yang jadi Muncikari di Pangkalpinang

0
Berikut Biodata Selebgram Annisa Dewi yang jadi Muncikari di Pangkalpinang
dok. Istimewa

Pangkalpinang | Sinar Pagi Selebgram Annisa Rama Dewi (22), yang dikenal luas sebagai selebgram, kini terjerat dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Annisa telah dijadikan tersangka sebagai muncikari setelah terlibat dalam penjualan dua korban di sebuah hotel mewah.

Annisa, atau yang biasa disapa Nisa, ditangkap oleh tim satgas TPPO di sebuah tempat karaoke di jalan Raya Koba-Pangkalpinang, Bangka, pada Jumat (2/9/2023) pukul 23.30 WIB. Saat itu, dia sedang menikmati sesi karaoke setelah menjual dua korban dengan inisial AD (22) dan NT (22).

Annisa Rama Dewi, selain dikenal sebagai sosialita, juga memiliki kepopuleran sebagai selebgram. Ia lahir di Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, pada tanggal 10 Agustus 2000, dan tinggal di Pangkalpinang.

Nisa aktif di media sosial seperti Instagram dan TikTok, sering membagikan momen jalan-jalannya ke tempat-tempat mewah. Akun Instagram-nya, @annisaramadewi, memiliki 26,6 ribu pengikut, meskipun sayangnya, akun tersebut telah menghilang setelah ia menjadi tersangka kasus muncikari.

Di TikTok, Annisa menggunakan akun @annisa_rd10 dengan nama pengguna annisaramadewi. Dia memiliki 106 ribu pengikut dan mengikuti hanya 38 orang. Seperti halnya di Instagram, dia juga aktif membagikan kegiatan sehari-harinya di platform ini.

Kabid Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Jojo Sutarjo, menjelaskan bahwa kasus yang melibatkan sosialita asal Pangkalpinang ini dimulai ketika Tim Satgas TPPO Ditreskrimum Polda Babel menerima laporan penjualan orang di hotel Bangka Tengah pada pukul 22.30 pada Jumat malam (2/9/2023). Dari informasi tersebut, polisi berhasil mengamankan dua korban eksploitasi seksual di hotel Kabupaten Bangka Tengah.

Jojo Sutarjo menyatakan, “Tim Satgas TPPO Ditreskrimum mengamankan dua orang yang merupakan korban eksploitasi seksual di hotel Bangka Tengah.”

Dalam pemeriksaan selanjutnya, korban mengungkapkan bahwa mereka telah disalurkan oleh pelaku, dengan imbalan uang sebesar Rp 1-2 juta untuk setiap kali melayani tamu. Polisi segera bertindak cepat dan berhasil mengamankan pelaku di sebuah tempat karaoke yang tidak jauh dari lokasi pengungkapan TPPO.

“Pelaku ARD diamankan saat berada di tempat karaoke yang tidak jauh dari lokasi pengungkapan TPPO,” jelas Kabid Humas.

Annisa ditangkap pada Jumat (1/9/2023) pukul 23.30 WIB oleh Tim Satgas TPPO Ditreskrimum Polda Bangka Belitung (Babel). Ia mengaku telah menjual korban kepada seorang lelaki dengan harga Rp 3 juta dan melakukan transaksi melalui WhatsApp.

“Hasil interogasi, pelaku mematok harga untuk satu korban Rp 3 juta sekali main. Pelaku mendapat keuntungan Rp 1 juta dari hasil prostitusi tersebut,” tambah Jojo.

Sejumlah barang bukti juga berhasil diamankan dari pelaku, termasuk uang tunai sebesar Rp 6 juta hasil penjualan korban kepada seorang lelaki. Setelah pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan berdasarkan barang bukti, Annisa ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Mapolda Babel.

Polisi menyatakan bahwa Annisa hanya menjadi tersangka sebagai muncikari, sementara dua korban yang terlibat dalam kasus ini berstatus sebagai saksi. Annisa sendiri dihadapkan pada ancaman hukuman berdasarkan pasal 2 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau pasal 296 KUHP Sub Pasal 506 KUHP. (ra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini