Beranda Berita Kasus Wine Halal Mulai Tahap Penyelidikan Polisi

Kasus Wine Halal Mulai Tahap Penyelidikan Polisi

0
Kasus Wine Halal Mulai Tahap Penyelidikan Polisi
Ilustrasi

Jakarta – Kasus produk red wine bermerek Nabidz, yang telah menjadi viral sebagai ‘Wine Halal,’ kini tengah mengalami perkembangan baru. Polda Metro Jaya telah memulai penyelidikan terkait dugaan manipulasi data pengajuan sertifikasi halal untuk produk Nabidz ini.

Dilansir oleh Mata Pena News pada Senin (4/9/2023), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama (BPJPH Kemenag) mencabut sertifikat halal produk wine tersebut pada tanggal 15 Agustus 2023 setelah melakukan investigasi.

Kepala BPJPH, Muhammad Aqil Irham, dalam keterangannya pada Rabu (23/8/2023) menyatakan, “BPJPH telah memberikan sanksi berupa pencabutan sertifikat halal dengan nomor ID311100037606120523 kepada pelaku usaha berinisial ‘BY’ yang terkait dengan produk Jus Buah Anggur, mulai tanggal 15 Agustus 2023, sebagai akibat dari pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha.”

Sebelumnya, Kemenag telah menyatakan bahwa mereka tidak pernah memberikan sertifikasi halal kepada Nabidz. Sertifikasi tersebut seharusnya melalui mekanisme self-declare dengan pendampingan Proses Produk Halal (PPH) yang dilakukan oleh Pendamping PPH.

Aqil Irham juga mengungkapkan dugaan adanya oknum pelaku usaha dan pendamping PPH yang sengaja memanipulasi data pengajuan sertifikasi halal Nabidz. Kementerian Agama juga akan memberikan sanksi kepada pendamping PPH berinisial ‘AS,’ yang diduga terlibat dalam pelanggaran tersebut dengan mencabut nomor registrasinya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Ni’am Sholeh, menegaskan bahwa produk Nabidz dianggap haram. Hal ini didasarkan pada hasil uji laboratorium yang menunjukkan kadar alkohol pada Nabidz cukup tinggi. Menurutnya, produk yang menggunakan nama terkait dengan yang haram, seperti wine, tidak dapat dianggap halal.

Pria bernama Muhamad Adi telah melaporkan pemilik produk red wine berinisial BY, yang mengklaim Nabidz sebagai ‘Wine Halal,’ ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran terkait informasi dan transaksi elektronik serta peraturan perlindungan konsumen.

Polda Metro Jaya akan melakukan klarifikasi dengan pelapor dan saksi terkait kasus ini. Setelah itu, pemilik wine Nabidz, BY, juga akan diundang untuk dimintai keterangan terkait perkara ini.

Kasus ini akan terus diusut oleh pihak berwenang untuk mengungkap semua aspek yang terkait dengan sertifikasi halal Nabidz dan klaim ‘Wine Halal’ yang telah menjadi perbincangan publik. (rr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini