Beranda Berita Pengacara Fredrich Yunadi Ternyata Telah Bebas Bersyarat Tahun Lalu

Pengacara Fredrich Yunadi Ternyata Telah Bebas Bersyarat Tahun Lalu

0
Pengacara Fredrich Yunadi Ternyata Telah Bebas Bersyarat Tahun Lalu
Fredrich Yunadi

Jakarta – Fredrich Yunadi telah bebas setelah menjalani pidana penjara di Lapas Cipinang. Pengacara yang terjerat kasus perintangan penyidikan Setya Novanto ini telah mendapatkan kebebasan pada tanggal 7 September 2022, yang berarti sudah setahun yang lalu, seperti yang diungkapkan oleh Kalapas Cipinang, Tonny Nainggolan, pada Selasa (5/9/2023).

Tonny menjelaskan bahwa pembebasan bersyarat Fredrich Yunadi melibatkan beberapa tahapan yang telah dia jalani dengan baik. Selama masa tahanannya, Fredrich dinilai telah berperilaku baik, tidak pernah melanggar aturan di dalam lapas, dan aktif mengikuti program pembinaan yang ditawarkan. Semua ini merupakan haknya, dan setelah memenuhi semua persyaratan, pihak Direktorat Jenderal Permasyarakatan memberikan persetujuan untuk pembebasan bersyarat.

“Yang pasti, selama di dalam lapas, yang bersangkutan berkelakuan baik, tidak pernah melanggar aturan, dan ikut dalam program pembinaan. Nah, itu kan hak dia. Haknya terpenuhi semuanya, kita usulkan dan disetujui pihak Direktorat Jenderal Permasyarakatan. Baru kita keluarkan,” jelas Tonny.

Fredrich Yunadi juga telah menjalani dua pertiga dari masa pidananya. Setelah mengikuti serangkaian program pembinaan dan memenuhi syarat-syaratnya, dia akhirnya mendapatkan pembebasan bersyarat pada tanggal 7 September 2022.

“Fredrich Yunadi, yang mendapatkan pembebasan bersyarat setelah menjalani dua pertiga masa pidana, baru kita berikan pembebasan bersyarat. Setelah itu terpenuhi, kita tidak boleh tidak memberikannya. Pada tanggal 7 September 2022, Fredrich Yunadi dibebaskan bersyarat. Hari itu juga kita serah terima dengan Balai Permasyarakatan sebagai instansi pemberi pembinaan lanjutan dan pembimbingan lanjutan,” papar Tonny.

Dalam pengadilan tingkat pertama, Fredrich telah divonis dengan hukuman penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp 500 juta yang dapat digantikan dengan 5 bulan kurungan. Vonis ini dikeluarkan pada tanggal 28 Juni 2018 oleh Pengadilan Tipikor Jakarta.

Fredrich Yunadi dinyatakan bersalah karena dianggap oleh hakim telah merencanakan agar Setya Novanto dirawat di rumah sakit untuk menghindari pemeriksaan dalam kasus proyek e-KTP oleh penyidik KPK. Fredrich juga dikatakan telah menghubungi dokter Bimanesh Sutarjo untuk memastikan Novanto dirawat di RS Medika Permata Hijau.

Selain itu, Fredrich meminta agar diagnosis kesehatan Novanto diubah dari hipertensi menjadi kecelakaan. Hukuman Fredrich Yunadi kemudian diperberat oleh Mahkamah Agung (MA) menjadi 7,5 tahun penjara.

Fredrich Yunadi dikenal dengan sebutan ‘pengacara bakpao’ karena awalnya mengklaim bahwa luka lebam di wajah Setya Novanto sebesar bakpao, yang kemudian terbukti sebagai kebohongan belaka.

MA mengungkapkan alasan perberatan hukuman Fredrich dalam putusan kasasi yang diterbitkan pada Senin (6/12/2021). Putusan tersebut diambil oleh ketua majelis Salman Luthan dengan anggota Syamsul Rakan Chaniago dan Krisna Harahap. (mn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini