Beranda Berita Bocah 2 Tahun Dicabuli Tukang Cireng Dekat Rumah Korban

Bocah 2 Tahun Dicabuli Tukang Cireng Dekat Rumah Korban

0
Bocah 2 Tahun Dicabuli Tukang Cireng Dekat Rumah Korban
Ilustrasi

Jakarta – Seorang pria yang dikenal dengan inisial NM (39) telah ditangkap oleh kepolisian setelah melakukan tindakan pelecehan terhadap seorang anak berusia 2 tahun di Tanjung Priok, Jakarta Utara, saat sedang berjualan cireng keliling. Perbuatan keji ini bahkan dilakukan di depan kakak korban yang juga masih sangat muda.

Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Kamis, 14 September 2023, sekitar pukul 10.30 WIB ketika pelaku sedang berjualan cireng di sekitar rumah korban. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Iverson Manossoh, menjelaskan bahwa pelaku memanggil korban agar mendekat ke tempat jualannya. Saat itu, kakak korban juga ikut serta dalam kejadian tersebut.

Iverson menjelaskan bahwa pelaku kemudian menarik tangan korban dan melakukan tindakan cabul dengan meraba-raba tubuh korban. Pelaku secara fisik mendekati korban, dan di saat itulah perbuatan cabul terhadap anak berusia 2 tahun 5 bulan tersebut terjadi.

Korban mencoba untuk melawan pelaku dengan menarik diri dari pegangan pelaku dan berhasil melarikan diri dari situasi yang mengerikan tersebut. Peristiwa ini tercatat dalam rekaman CCTV dan kemudian menjadi viral di media sosial, yang akhirnya memimpin polisi untuk menangkap pelaku.

Polisi telah melakukan serangkaian penyelidikan terkait kasus ini, dan NM (39) kini ditetapkan sebagai tersangka. Iverson menjelaskan bahwa tim penyidik telah melakukan gelar perkara dan meningkatkan status penyelidikan serta status tersangka.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka NM mengakui perbuatannya yang keji. Dia secara kooperatif mengakui bahwa dia melakukan tindakan cabul terhadap anak dengan cara menyentuh bagian tubuh yang sensitif yang dilarang oleh undang-undang.

Saat ini, tersangka NM telah ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Utara. Dia akan dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal untuk tindakan ini adalah 15 tahun penjara.

Kasus ini menjadi sorotan karena kekejaman yang dilakukan terhadap seorang anak di bawah umur, dan hukum akan ditegakkan untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Reporter: Sugeng

Editor: Aditya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini