Beranda Berita Sutiyoso Perintahkan Tindak Pengelola Parkir Swasta yang Naikkan Tarif

Sutiyoso Perintahkan Tindak Pengelola Parkir Swasta yang Naikkan Tarif

0
Sutiyoso Perintahkan Tindak Pengelola Parkir Swasta yang Naikkan Tarif
Sutiyoso

Jakarta | Sinar Pagi Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso memerintahkan Badan Pengelola Parkir DKI Jakarta menindak pengelola parkir swasta termasuk Secure Parking bila menaikkan tarif parkir secara sepihak.

“Saya minta pihak pengelola parkir mengenakan tarif parkir lama sesuai SK (Surat Keputusan ) Gubernur DKI Jakarta. Bila pengelola parkir tidak segera menyesuaikan tarif dan masih tetap menaikkan tarif secara sepihak akan diambil tindakan tegas yang dapat merugikan pihak pengelola parkir,” tegas gubernur Sutiyoso kepada wartawan di Balaikota , Jumat ( 11/7).

Dijelaskan, mengenai kenaikan tarif parkir harus dikonsultasikan dulu dengan Pemprov DKI Jakarta. Tetapi, pihak pengelola parkir swasta termasuk Secure Parking tidak melakukan hal itu. Mereka secara sepihak menaikkan tarif dari Rp1.000 per jam menjadi Rp1.500 sampai Rp2.000 per jam hingga meresahkan masyarakat.

Soal kenaikan tarif parkir ini harus ada MoU (Nota Kesepakatan) antara Pemprov DKI Jakarta dengan pengelola parkir. “MoU juga belum ada, tetapi tarif parkir sudah naik. Hal ini tidak bisa dibiarkan. Karena itu, saya perintahkan Kepala Badan Pengelola Parkir segera menertibkan dan mengambil tindakan tegas terhadap pengelola parkir yang melanggar peraturan,” kata Sutiyoso.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Parkir DKI Jakarta, Yani Mulyadi menjelaskan, meski Perda 6 Tahun 2002 tentang Perparkiran sudah diberlakukan sejak 1 Juni 2002, namun sebanyak 157 pengelola parkir swasta belum memiliki izin operasi.

Dijelaskan, ke 157 lokasi parkir off street itu belum ada izin. Kami sudah menegur keras agar mereka segera mengurus perizinannya. Sedang pengelola parkir swasta di DKI Jakarta terdapat 450 unit.

Dari 450 unit tersebut sebanyak 293 lokasi sudah memiliki izin. Namun, hanya 280 lokasi yang memungut uang jasa parkir. Sedangkan, 13 lokasi lainnya-meski mempunyai izin-tidak memungut uang parkir.

Sementara 157 itu belum punya izin. Mereka memang bandel,” kata Yani Mulyani .

Sementara itu, pihak Secure Parking membantah melanggar ketentuan dengan menaikkan tarif secara sepihak. Secure Parking dalam menjalankan usaha mengikuti kebijakan tarif yang ditetapkan oleh para pemilik dan pengelola properti yang tergabung dalam Forum Komunikasi Penyelenggara Perparkiran swasta (FKPPS), kata Presiden Direktur Secure Parking Rustam Rachmat. (sugeng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini