Beranda Berita Polri Tegaskan Soal Pam Swakarsa

Polri Tegaskan Soal Pam Swakarsa

0
Polri Tegaskan Soal Pam Swakarsa
Polri

Jakarta | Sinar Pagi Polri kembali menegaskan bahwa kelompok masyarakat yang mengaku sebagai keamanan swakarsa dengan membawa bambu runcing dan melakukan konvoi keliling kota, di luar kendali dan tanggung jawab Polri. Mereka adalah kelompok massa yang semula meminta ijin melakukan aksi mendukung SI MPR.

Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Kadispen Polri, Brigjen Tagor Sianipar di Ruang Satgas SI MPR, Rabu (11/11). Menurut Tagor, kelompok massa tersebut, saat mengajukan ijin melakukan aksi mendukung SI sudah tentu tidak bisa dilarang. Itu hak mereka. Hanya saja, ketika kelompok tersebut melakukan aksi, ternyata faktanya mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang di luar kendali Polri.

Mereka membawa bambu runcing dan juga membawa bendera Pam (keamanan) Swakarsa, dan mengenakan pita tanda Pam Swakarsa. “Padahal mereka itu jelas-jelas bukan Pam Swakarsa yang dikoordinasikan Polri,”kata Tagor. “Kami kini sudah melakukan penertiban,”kata Tagor.

Tagor membantah pula bahwa baik bambu runcing maupun pita tanda pengenal tersebut disediakan oleh Polri. “Jangan asal tuding. Kita tidak tahu menahu bambu runcing dan pita itu mereka peroleh dari mana,”tandas Tagor.

Menurut Tagor, memang Polri, dalam hal ini Polda, menyiapkan Pam Swakarsa yang jumlahnya ribuan. Mereka dimobilisasi dari organisasi-organisasi massa. Dalam mendukung jalannya SI, mereka mengenakan pita Pam Swakarsa dan berada dalam kendali Polda. “Mereka juga tidak diperkenankan mempersenjatai diri,”kata Tagor. “Dan yang dibawah koordinasi Polda, Pam Swakarsa itu mengenakan atribut dari masing-masing organisasi,”kata Tagor.

Sedangkan Ketua FKP Marzuki Darusman, Rabu (11/11) dalam jumpa persnya, mengecam pengerahan Pam Swakarsa. Marzuki meminta agar pimpinan ABRI segera menarik keberadaan Pam Swakarsa di lingkungan MPR dan sekitarnya. Di sisi lain, Marzuki juga mendesak agar Pam Swakarsa tersebut tidak mengenakan atribut pramiliter.

“Sebaiknya Pam Swakarsa tersebut melakukan penjagaan di lingkungan masing-masing saja. Tidak perlu di seputar kawasan MPR. Sebaiknya aparat keamanan resmi saja yang melakukan penjagaan,”kata Marzuki. Marzuki juga mendesak agar persenjataan Pam swakarsa segera ditarik aparat karena hal itu justru membahayakan.

Sebelumnya Menhankam Pangab Jenderal TNI Wiranto bersikap lain. Wiranto mengisyaratkan kurang setuju dengan permintaan Pam swakarsa dari masyarakat untuk Sidang Istimewa MPR RI. “Wong ingin mengamankan kok nggak boleh,” kata Wiranto menjelang rapat paripurna pemandangan umum fraksi-fraksi, Rabu (11/11) .

Ia menanggapi gesekan antara anggota Pam Swakarsa dengan kelompok lain karena ada pihak-pihak yang dinilai mengganggu dan menggagalkan SI. Mengenai bambu runcing yang dipergunakan Pam Swakarsa, Wiranto mengatakan, pihaknya sudah mengimbau tidak digunakan lagi. “Sekarang ini tidak ada lagi bambu-bambu runcingan,” kata Wiranto lagi.

Menurut Wiranto, berdasarkan pengalaman masa lalu, massa yang menyatakan ketidaksetujuannya dengan SI bukan sekadar unjuk rasa, tapi sudah unjuk kekuatan. Aksi itu tidak lagi dalam wilayah negara hukum tapi masuk wilayah anarki.

Dikatakannya, kalau tidak ada pengamanan dari ABRI dan pengamanan swakarsa SI MPR ini, tidak akan aman karena adanya pihak yang ingin mengganggu dan menggagalkan SI tersebut. “Tanya hati nurani masing-masing. Bisa nggak SI aman kalau ada ribuan massa yang teriak-teriak yang ingin mengganggu,” kata Wiranto. (sugeng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini