Beranda Berita Yapto: Pam Swakarsa PP Resmi Diminta Polri

Yapto: Pam Swakarsa PP Resmi Diminta Polri

0
Yapto: Pam Swakarsa PP Resmi Diminta Polri
Yapto Soerjosoemarno

Jakarta | Sinar Pagi Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP) Yapto Soerjosoemarno mengatakan, PP sama sekali tidak terlibat dalam gerakan Pam Swakarsa yang melakukan konvoi di jalanan dan upaya menghadapi aksi demo yang digerakkan oleh mahasiswa. Pam Swakarsa dari PP hanya bertindak atas komando dari Polda.

Hal itu dikemukakan oleh Yapto kepada wartawan di Gedung MPR, Rabu (11/11). Menurut Yapto, Pam Swakarsa yang dibentuk PP, bekerja atas permintaan resmi dari Polda dengan tujuan untuk mengamankan jalannya SI. “Pam dari PP itu dibentuk secara resmi dan tidak asal bikin begitu saja. Peresmian Pam swakarsa dari PP dan ormas lainnya juga melalui sebuah acara yang langsung dilakukan oleh Kapolri,” kata Yapto.

Menurut Yapto, sesuai dengan instruksi dari Polri, Pam Swakarsa dari PP itu menggunakan seragam resmi PP. “Dan juga tidak dipersenjatai,” kata Yapto. Karena Pam swakarsa PP dibentuk atas permintaan resmi, menurut Yapto, yang berhak menarik, memindahkan posisi tugas dan membubarkan oleh Polri. “Karena itu PP tidak akan menarik Pam swakarsa kalau tidak atas perintah Polri,” tandas Yapto.

Mengenai aksi demo yang pro dan kontra terhadap SI, Yapto sendiri menilai hal itu wajar-wajar saja. Mereka yang pro dan kontra, bagi Yapto, sama-sama mempunyai hak untuk menyampaikan aspirasinya. Hanya saja, menurut Yapto, dalam menyampaikan aspirasi sebaiknya tidak terpancing untuk berbuat kerusuhan atau bentrokan. “Silakan saja sama-sama demo. Kan sama-sama warga negara juga. Asprasi boleh beda, dan yang membedakan demo pro dan kontra SI itu kan hanya spanduk-spanduknya saja,” kata Yapto.

Sedangkan Ketua Umum PPP Ismail Hasan Metareum atau akrab dipanggil Buya, menyesalkan adanya Pam swakarsa. “Sebaiknya keamanan dilakukan oleh aparat keamanan resmi saja. Tidak perlu mengerahkan warga sipil,”kata Buya. Buya juga menyesalkan Pam swakarsa yang dilengkapi dengan senjata baik itu bambu runcing maupun senjata tajam lainnya. “Mereka kan tidak profesional sebagai keamanan. Senjata kan malah membahayakan,” kata Buya. (sugeng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini