Beranda Berita Gibran Menang!? Banjir Serangan ‘Samsul’ Setelah Gibran Debat Cawapres Pilpres ke 4

Gibran Menang!? Banjir Serangan ‘Samsul’ Setelah Gibran Debat Cawapres Pilpres ke 4

0
Gibran Menang!? Banjir Serangan ‘Samsul’ Setelah Gibran Debat Cawapres Pilpres ke 4
Debat Cawapres

sinarpagi | Jadi begini, kan, kita punya drama seru di dunia politik, terutama nih debat cawapres Pilpres 2024 yang bikin kita gregetan. Nah, ada yang namanya Budiman Sudjatmiko yang kaya jadi konselor buat si Gibran, yang katanya anaknya Jokowi. Kebetulan, Budiman sering kirim tautan ke Gibran lewat WhatsApp, isinya debat Pilpres yang keempat. Nah, si Budiman ini juga sering ngasih saran ke Gibran, katanya, “Jangan lupa, bro, hafalin data di luar kepala, dan yang paling penting, banyakin senyum. Bikin suasana santai aja, gitu.”

Terus, si Budiman ini ngomong, “Kita ini bukan copy paste-nya Pak Jokowi, bro. Kita mau jadi penerusnya.” Gitu lah pokoknya. Katanya, kalo ada argumen yang nyerang program Jokowi, Prabowo-Gibran udah siap nanggepin. Mereka mau perbaiki yang kurang, bukan cuma jadi peniru. Intinya, debat nanti si Gibran harus siap buat elak-elak.

jubir Tim Ganjar: Mahfud, Katanya Udah Matang Banget

Eh, ada juga nih jubir Tim Pemenangan Nasional, namanya Awiek. Dia cerita tentang persiapan Mahfud dalam Debat Cawapres, katanya udah matang banget. Briefing sana-sini sama Dewan Pakar, bahas tema-tema ekonomi hijau, lingkungan hidup, dan segala macem. Pokoknya, Mahfud udah siap tempur buat debat, gak mau kalah.

Tapi yang paling lucu, nih, Cak Imin, calon wakil presiden nomor urut satu. Dia ketahuan lagi nonton video TikTok anaknya, sambil makan buah ceri. Kirain lagi serius belajar, ternyata santai aja. Sugeng Bahagijo dari Rumah Politik Kesejahteraan bilang, Cak Imin kali ini punya tiga naskah buat debat. Biar dia bisa pilih yang cocok sama gayanya. Kata Sugeng, “Dia itu punya gaya sendiri, kadang ngikutin saran, kadang enggak. Macam pemain sepakbola gitu, cuma ikutan buku pelajaran 50 persen, sisanya dia ngegas sendiri.”

Debat sebelumnya, kata Sugeng, Cak Imin dikit kaku karena cuma punya satu naskah. Nah, sekarang dia udah siapin tiga, biar lebih fleksibel. RPK, yang bantu tim pasangan Anies-Muhaimin, juga saranin agar gak pake kata “slepet” lagi di debat. Karena gak semua orang ngerti itu istilah pesantren, kan?

Sugeng juga udah siapin pertanyaan-pertanyaan seru yang ngegempur. Khususnya soal lembaga pemerintahan dan tata kelola di berbagai bidang yang terkait sama tema debat. Katanya, Cak Imin kali ini gak mau kalem-kalem lagi, dia mau lebih terbuka, gak nahan diri. Semoga aja drama politik ini seru dan gak ada yang baperan ya!

Muhaimin, Pecah Telor di Panggung Debat, Gibran Kaget Sendiri!

Gaya baru Muhaimin dalam debat sukses mencuri perhatian. Menurut ahli ekspresi wajah, Monica Kumalasari, Muhaimin tampil beda dengan kontrol emosi yang oke dan tetap stabil.

“Jadi, dia enggak gampang terprovokasi sama serangan lawan debatnya,” kata Monica kepada media.

Ada momen seru ketika Gibran sindir Muhaimin karena baca catatan saat menjawab pertanyaan. Tapi, Muhaimin dengan santai balas sindiran dengan menyebut putusan Mahkamah Konstitusi yang kontroversial terkait batas usia cawapres.

“Terima kasih, saya catat sedikit. Yang penting ini bukan catatan Mahkamah Konstitusi,” canda Muhaimin.

Meski begitu, dalam Debat Cawapres Monica nangkep ada kegugupan di wajah Muhaimin. Blinking rate naik, dan ada jeda dalam jawaban.

Sementara itu, Mahfud Md keliatan percaya diri banget. Monica menyebut Mahfud tampil dengan ekspresi yang disebut “contempt” sejak awal. “Dia meremehkan cawapres lain, terutama pas Gibran ngomong, kayak anggep ide mereka rendah,” jelasnya.

Gibran sendiri jadi sorotan

Gibran sendiri jadi sorotan karena berubah drastis. Menurut Monica, di debat pertama dia santun, sekarang jadi agresif. “Emosinya keliatan, ada marah. Bisa diliat dari gerakan tubuh, suara, dan body language-nya,” kata ahli bahasa tubuh yang punya lisensi dari Paul Ekman International Plc ini.

Terlihat jelas pas Gibran tiru gerakan pantomim saat nanggepin jawaban Mahfud. “Jadi wajar aja kalo masyarakat bilang Gibran sekarang lebih songong, gitu deh,” simpul Monica.

Dosen komunikasi politik dari Telkom University, Adi Bayu Mahadian, gak setuju sama gestur Gibran. Menurut dia, ejekan lewat gerakan kayak gitu etiknya meragukan dalam budaya Indonesia. “Kalo untuk pendidikan demokrasi, gak perlu dan gak baik,” tambah Adi ke media.

Kalau diibaratkan balapan, menurut Adi, Mahfud dan Muhaimin hampir seri, beda tipis. Muhaimin perform lebih baik dari sebelumnya, meski bicaranya masih normatif. “Pak Mahfud, seperti biasa, punya pengetahuan yang memadai untuk debat tema hari ini dari sisi hukum,” jelas Adi.

Menurut analisis Abang Bayu, Gibran tuh malah asyik main gimik yang udah gak relevan, akhirnya dia jauh tertinggal deh.

Buktinya, Abang Bayu bongkar analisis sentimen di Twitter pada 21 Januari 2024 jam 19.00-22.00 WIB pake Drone Emprit. Hasilnya, Gibran dapet sentimen negatif paling tinggi, sampe 60 persen! Sementara rivalnya, keduanya malah di bawah 12 persen. Jauh banget bedanya, bro!

Bos Drone Emprit, Ismail Fahmi, bilang Muhaimin bener-bener bikin kagum. Katanya, Muhaimin debatnya mature banget, jauhi jebakan, dan humorannya on point.

Gak kayak Mahfud dan Gibran, yang pake gimik ala anak muda kekinian di pidato penutup. ‘Yang benar aja,’ ‘rugi dong,’ ‘tantangan zaman now,’ dan ‘solusi zaman now.’ Muhaimin malah nutup debat dengan mengutip Paus Fransiskus.

“Yakali Paus Fransiskus aja bilang, kita harus tobat ekologis. Dimulai dari etika, lagi-lagi etika. Etika lingkungan dan etika pembangunan. Jangan asal-asalan, jangan ngacir dari aturan, jangan asal aja, ojo sekarepe dewe,” cetus Muhaimin. Gokil banget, kan?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini