Beranda Berita Promosi China? Apa itu Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang Ditanyakan Gibran?

Promosi China? Apa itu Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang Ditanyakan Gibran?

0
Promosi China? Apa itu Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang Ditanyakan Gibran?
Lithium Ferro Phosphate

sinarpagi | Jadi, tadi malam, di debat cawapres, ada satu hal yang bikin heboh, nih. Katanya, Lithium Ferro Phosphate (LFP) itu logam yang sering dipake dalam baterai isi ulang lithium-ion. Nah, pas cawapres nomor 2, yang dikenal banget sama panggilan Gibran Rakabuming, nanya ke cawapres nomor 1, si Muhaimin Iskandar atau yang akrab dipanggil Cak Imin.

Gibran, dengan gaya becanda khasnya, nyamperin Cak Imin, “Paslon nomor 1 dan timsesnya suka banget sebut-sebut LFP, Lithium Ferro Phosphate. Saya bingung nih, ini pasangan nomor 1 anti-nikel apa gimana?” Serius, ya, Gibran nanya begitu di Debat Cawapres Pilpres 2024, di Jakarta Convention Center.

Trus, moderator ngebut, “Gibran, jelaskan dong apa maksud LFP ini.”

Gibran balas dengan santai, “Oke, oke, saya jelaskan. LFP, lithium fero phosphate, tadi udah saya bilang, itu sering banget diomongin sama Pak Tom Lembong.” Sambil nada suaranya naik, kayak lagi cerita hal penting gitu.

Cak Imin ga mau kalah, “Semua pasti ada etikanya, termasuk kita diskusi di sini bukan tebak-tebakan definisi atau singkatan. Kita ini levelnya policy dan kebijakan.” Eh, tapi dia ga jawab pertanyaan Gibran, gitu aja.

Seru juga, ya, debatnya. Dari LFP sampe kebijakan, semuanya dibahas. Jadi penasaran apa jawaban Cak Imin kalo ditanya lagi tentang Lithium Ferro Phosphate.

Eh, apa tuh sebenernya LFP?

Jadi begini, yang diomongin sama Gibran ini nyambung sama baterai lithium-ion, yang biasanya nangkring di handphone, laptop, sampe kendaraan listrik, atau yang kita suka panggil EV

Gue baca nih, ada makalah seru berjudul ‘Review: Metode Sintesis Katoda LiFePO4 Baterai Lithium-Ion’ yang di tulis sama Moch Khabibul Adi Rachmanto dan temen-temennya dari Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Nah, LFP itu sebenarnya jadi bagian penting dari baterai lithium-ion yang bisa di isi ulang.

LFP juga kadang-kadang di sebut Lithium Iron Phosphate, dan sebenernya cuma satu dari beberapa jenis katoda yang biasa di pake dalam baterai lithium. Ada juga yang namanya LNCA, LiCoO2, LiMn2O4, sampe LNCM.

Katoda ini, ya, kayak logam yang nyerap elektron hasil dari logam yang lagi mengalami oksidasi. Ini penting banget, loh, buat baterai yang bisa di isi ulang supaya performanya oke.

“LiFePO4 tuh salah satu katoda yang sering di pake sebagai komponen baterai yang bisa di isi ulang berbasis lithium-ion,” tulis para peneliti di makalahnya. Jadi, bisa dibilang, LFP ini jagoan di dunia baterai, gitu deh.

Nah, ini nih keunggulannya!

Pertama, menurut Rachmanto dkk., secara teoritis, LiFePO4 punya kapasitas energi yang keren, yaitu 170 mAh/g dan tegangan discharge 3,4 V. Bener-bener bikin mata kita melotot, kan?

Kedua, LiFePO4 ini bisa di bilang pinter. Dia punya stabilitas panas dan kimia yang tinggi, ekonomis lagi, dan ramah lingkungan karena bahan-bahannya enggak ada yang racun-racun gitu.

Ketiga, di bandingin sama katoda lain, seperti LiCoO2, bikin LFP ini lebih hemat biaya pas proses sintesisnya. Jadi, ekonomis banget!

Tapi, meskipun LFP punya kelebihan, ternyata ada kekurangan juga, nih. Konduktivitasnya rendah, laju difusi ion Li+ yang pelan, dan kerapatan energinya juga nggak seberapa.

Buut, jangan khawatir, ada solusinya, bro! Buat ngatasi kekurangan-kekurangan itu, bisa di lakukan beberapa trik ke katoda ini. Misalnya, di lapisin dengan karbon, di doping dengan logam besi, ukuran partikelnya di kurangin, gantiin kation aliovalen, sampe modifikasi sintesis katoda LiFePO4.

Jadi, dengan nge-modif sintesis katoda, bisa dapetin baterai lithium-ion yang stabil, performanya oke, dan gampang di produksi. Makin seru deh dunia baterai, kayak main rubik cube aja!

TKN Cak Imin Sebut Mobil Tesla Gak Pakai Nikel, Faktanya Lebih Ruwet!

Eh, nih, ada drama antara Gibran Rakabuming Raka dan Co-Captain TimNas AMIN Thomas Lembong soal baterai Tesla. Awalnya, si Gibran, pasangan calon nomor urut dua, nanya Cak Imin, yang nomor urut 01, tentang nikel buat baterai EV. Soalnya, si Tom selalu heboh-ngga-berhenti ngomongin baterai berbasis lithium ferro phosphate (LFP) buat kendaraan listrik. Bahkan, dia ngeyakinin kalo Tesla udah ninggalin nikel dan lebih pilih LFP.

Gibran pun ngeledek Cak Imin, “Ini aneh, yang kerap ngomongin LFP itu timsesnya, tapi cawapres gak paham LFP itu apa, kan aneh. Sering ngomongin LFP, LFP, Tesla gak pakai nikel ini kan bohong publik, maaf ya Tesla tetep pakai nikel.”

Tapi, apa yang di omongin Tom Lembong tentang baterai LFP Tesla nggak sepenuhnya salah. Pada 2021, Tesla emang ngumumin pindah dari baterai nikel ke LFP yang katanya bebas nikel dan kobalt, dengan biaya produksi yang lebih murah secara global.

Tapi ada kekurangannya juga, LFP ini punya konduktivitas rendah, laju difusi ion Li+ yang pelan, dan kerapatan energinya rendah. Buat ngatasi itu, bisa lakukan beberapa trik ke katoda ini, kayak di lapisin karbon, di doping logam besi, dan lain-lain.

Bahkan Elon Musk sendiri, CEO Tesla, udah khawatir banget soal pasokan nikel dan kobalt buat baterai. Makanya, dia memutuskan beralih ke baterai LFP buat mobil Model 3 Standard Range. Kata dia, “Nikel jadi perhatian terbesar kita dalam meningkatkan produksi baterai lithium-ion.”

Jadi, ceritanya gini, drama Tesla ini bikin kita mikir, apalagi cawapres yang beneran paham soal baterai EV. Sampe-sampe Tesla harus berubah bahan bakunya buat tetep go-green. Gimana nih, politik itu kadang beneran lebih seru dari sinetron!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini