Beranda Daerah Kejanggalan dalam Perilaku Kepala Sekolah Terkait Kasus Siswi SD Gresik yang Mengalami Kebutaan Dicolok Tusuk Bakso

Kejanggalan dalam Perilaku Kepala Sekolah Terkait Kasus Siswi SD Gresik yang Mengalami Kebutaan Dicolok Tusuk Bakso

0
Kejanggalan dalam Perilaku Kepala Sekolah Terkait Kasus Siswi SD Gresik yang Mengalami Kebutaan Dicolok Tusuk Bakso
Ummi Latifah, Kepala Sekolah SDN di Menganti Gresik

Gresik – Sikap Kepala Sekolah SD di Menganti, Gresik Mengundang Pertanyaan Terkait Kasus SAH (8) Kasus yang menimpa siswi kelas 2 SD berinisial SAH (8) di Sekolah Dasar di Menganti, Gresik, telah mengejutkan banyak pihak. Matanya yang terluka parah akibat dicolok oleh seorang kakak kelas dengan tusuk bakso, yang menyebabkannya buta, menjadi sorotan tajam. Namun, sikap Ummi Latifah, kepala sekolah tempat SAH belajar, yang enggan memberikan komentar kepada wartawan, telah menimbulkan banyak kejanggalan dalam penanganan kasus ini.

Ayah SAH, Samsul Arif, merasa bahwa sekolah tersebut tidak transparan dalam menyelidiki kasus ini. Dia mengungkapkan bahwa selama tiga bulan, dia berusaha mencari keadilan, tetapi pihak sekolah yang dipimpin oleh Ummi Latifah tampaknya sengaja menyembunyikan fakta-fakta terkait insiden tersebut.

Samsul mengatakan bahwa pihak sekolah selalu menolak permintaannya untuk memeriksa rekaman CCTV di sekolah guna mengidentifikasi pelaku yang mencolok mata putrinya. Dia merasa bahwa informasi tersebut mungkin terdapat dalam rekaman CCTV tersebut. Namun, pihak sekolah tampaknya menghambat upayanya.

“Ini mengapa saya kesulitan untuk mendapatkan rekaman CCTV saat kejadian? Sepertinya ada upaya untuk menyembunyikan sesuatu. Saya hanya mencari keadilan. Siapa tahu, rekaman CCTV tersebut bisa membantu dalam mengungkap pelaku,” ujar Samsul kepada Sinar Pagi, Sabtu (16/9/2023).

Samsul mengungkapkan penyesalannya karena telah menunda pelaporan insiden yang dialami putrinya ke Polres Gresik. Ia berharap sekolah akan memberikan akses ke rekaman CCTV, namun janji tersebut tak pernah terpenuhi.

“Dari kejadian pada 7 Agustus 2023, saya baru melaporkannya pada 28 Agustus 2023. Saya menunda laporan karena berharap sekolah akan memberikan rekaman CCTV, tetapi ternyata itu hanya janji palsu,” ungkap Samsul.

Kemarahan Samsul semakin memuncak ketika pihak sekolah mengklaim bahwa mata putrinya tidak mengalami cedera serius. Padahal, dokter di RSUD Dr. Soetomo Surabaya telah mengonfirmasi bahwa mata putri Samsul mengalami kerusakan saraf yang mengakibatkan kebutaan.

“Sekolah atau kepala sekolah seharusnya lebih responsif terhadap keluhan atau aspirasi para wali murid. Setidaknya, mereka harus menunjukkan empati, bukannya menyembunyikan fakta dan tampak acuh tak acuh. Sejak kejadian tersebut, mereka bahkan tidak pernah menghubungi kami,” tegasnya.

Sejumlah wartawan telah mengunjungi SD Negeri di Desa Randupadangan, Menganti, tempat SAH belajar dan juga menjadi lokasi dugaan kekerasan terhadapnya saat sekolah mengadakan lomba Agustusan.

Ketika wartawan lainnya mencoba mengonfrontasi Ummi Latifah, kepala sekolah tersebut, dia enggan memberikan komentar apapun dan malah segera meninggalkan tempat, menghindari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh wartawan.

“Maaf, saya memiliki hak untuk tidak menjawab,” ujar Ummi Latifah, Kepala Sekolah SD Negeri tersebut.

Saat ini, kasus kekerasan yang dialami SAH hingga mengakibatkan kebutaan mata kanannya ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik. Kepala Satreskrim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan, memastikan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa sejumlah saksi.

“Aktifitas penyelidikan masih berlangsung, dengan anggota kami saat ini sedang menyelidiki sekolah dan lokasi kejadian. Kemarin, kami telah memeriksa empat saksi,” jelas Aldhino kepada wartawan.

Dia juga menyatakan bahwa dalam waktu dekat, mereka akan memanggil guru-guru di sekolah SAH untuk memberikan kesaksian mereka, yang akan membantu dalam mengumpulkan bukti lebih lanjut dalam penyelidikan ini. Tentunya, keterangan dari kepala sekolah juga sangat diharapkan untuk mengembangkan penyelidikan ini.

Sebelumnya, SAH mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya pada tanggal 7 Agustus 2023. Kejadian itu terjadi saat SAH sedang mengikuti lomba Agustusan di halaman sekolah. Ia tiba-tiba ditarik oleh pelaku ke sebuah gang di antara ruang guru dan pagar sekolah. Di gang tersebut, SAH diserang dan diminta uang jajan. Ketika dia menolak, pelaku menutup wajahnya dan mencolok mata kanannya dengan tusuk bakso hingga terluka.

SAH mengungkapkan bahwa pemalakan tersebut sudah sering terjadi sejak dia duduk di kelas 1 SD. Dia bahkan tidak pernah memiliki uang jajan karena selalu dimintai oleh kakak kelasnya.

Kiki, ibu SAH, membenarkan hal tersebut. Dia juga pernah mendapat teguran dari guru sekolah putrinya karena SAH tidak pernah jajan akibat tidak memiliki uang.

“Bu guru pernah bilang kepada saya, ‘Anak Anda tidak pernah jajan, apakah dia tidak diberi uang saku?’ Saya menjawab bahwa saya telah memberikannya uang saku, tetapi ternyata uang tersebut selalu diminta oleh SAH,” kata Kiki.

Reporter: Oki

Editor: Indah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini