Beranda Ekonomi Direksi 4 Bank BUMN Dicopot, Sekitar 18.000 Karyawan di PHK

Direksi 4 Bank BUMN Dicopot, Sekitar 18.000 Karyawan di PHK

0
Direksi 4 Bank BUMN Dicopot, Sekitar 18.000 Karyawan di PHK
Ilustrasi

Jakarta | Sinar Pagi 4 Bank pemerintah yang akan dilebur menjadi satu dengan bendera Bank Mandiri (BM), saat ini memiliki 25.000 karyawan. Padahal, untuk efisiensi dan efektifitas, idealnya hanya membutuhkan 7.000-8.000 karyawan saja. Maka, tak terhindarkan adanya kemunngkinan PHK besar-besar. Dengan demikian sekitar 18.000 karyawan yang bakal kena PHK.

Direktur Utama BM, Robby Djohan dalam keterangannya kepada pers di Jakarta, Jumat (4/12) tidak memungkiri bahwa BM akan melakukan perampingan. Masa perampingan karyawan itu akan berlangsung dalam tempo 2 tahun dan dilakukan secara bertahap.

“Dalam dalam proses transformasi empat bank menjadi satu itu, tidak dapat dipungkiri, harus dilakukan perampingan dan efisiensi sumber daya manusia,”kata Robby. Robby saat memastikan kemungkinan terjadinya PHK massal tersebut juga didampingi Meneg PBUMN Tanri Abeng, Komisaris Utama Bank Mandiri, Mar’ie Muhammad.

Hanya saja, dala proses penggabungan yang ditargetkan tuntas dalam tempo dua tahun itu, BM akan tetap berusaha kuat untuk memperhatikan kepentingan karyawan ke-4 bank pemerintah itu, yakni Bank Bumi Daya (BBD), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), dan Bank Dagang Negara (BDN). “Dan mereka yang terkena akan dialihkan ke usaha lain yang kini sedang dibahas. Kalaupun toh PHK, kami menjanjikan win-win solution,” ujar mantan Dirut Bank Niaga dan mantan Dirut Garuda itu.

Artinya, kata Robby, mereka yang terkena PHK akan diberi pesangon yang jumlahnya jauh memadai sehingga bisa melakukan usaha secara mandiri. Masih kata Robby. karyawan yang dipertahankan akan melalui proses seleksi ketat dalam masa dua tahun.

Robby kemudian membeberkan soal proses transformasi ke-4 bank ke dalam Bank Mandiri. Tahap pertama adalah dilakukan penggabungan Bank Exim dan Bapindo. Targetnya, tahap pertama ini tuntas pada Juni 1999. Setelah itu disusul tahap kedua dengan menggabungkan sekaligus BDN dan BBD.

Akibat penggabungan itu, di jajaran direksi pun juga terjadi mutasi besar-besaran. Hanya Dirut Bank Exim Kodradi saja yang masih dipertahankan. Kodrati dipindahkan menjadi Dirut BBD. Sedangkan Dirut Bank Exim dipercayakan kepada Agus Martowardjojo dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Dirut BDN dialihkan ke tangan Peter B. Stock juga dari BPPN. Bapindo dipimpin oleh Agam Napitupulu, mantan Direktur Bank Bali. (sugeng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini