Beranda Hukum Suami Wakil Bupati Labuhanbatu Dituntut 15 Tahun Penjara, Atas Dugaan Pencabulan

Suami Wakil Bupati Labuhanbatu Dituntut 15 Tahun Penjara, Atas Dugaan Pencabulan

0
Suami Wakil Bupati Labuhanbatu Dituntut 15 Tahun Penjara, Atas Dugaan Pencabulan
Freddy Simangunsong (dok. Polres Labuhanbatu)

Labuhanbatu | Sinar Pagi Suami Wakil Bupati Labuhanbatu, Ellya Rosa Siregar, yang bernama Freddy Simangunsong, telah resmi dijadikan tersangka dalam kasus pencabulan terhadap seorang anggota keluarganya. Dalam perbuatannya ini, Freddy dapat dihukum dengan pidana penjara maksimal selama 15 tahun.

Kombes Hadi Wahyudi, Kabid Humas Polda Sumut, menjelaskan bahwa Freddy dijerat dengan sejumlah pasal, yaitu Pasal 76E Jo Pasal 82 Ayat 1 dan 2 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 6 huruf c UU RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Ancaman hukuman ini mencakup 15 tahun penjara, dan akan ditambah 1/3 karena pelaku merupakan orang tua, wali, atau pengasuh korban,” ujarnya, Kamis (31/8).

Freddy Simangunsong ditangkap pada hari Kamis, tanggal 31 Agustus. Setelah penangkapan tersebut, dia langsung dinyatakan sebagai tersangka. Kasus ini saat ini ditangani oleh Polda Sumut.

Sebelumnya, namanya mencuat ke publik setelah dilaporkan kepada polisi terkait kasus pencabulan yang diduga dilakukan terhadap keluarganya, seorang gadis berusia 15 tahun yang disebut sebagai SF.

Kasi Humas Polres Labuhanbatu, Iptu Parlando Napitupulu, mengungkapkan bahwa kasus ini dilaporkan ke Polres Labuhanbatu pada tanggal 16 Agustus 2023 oleh orang tua korban. Pencabulan ini diduga terjadi pada tanggal 5 Juli 2023 sekitar pukul 01.00 WIB ketika Freddy tiba-tiba masuk ke kamar korban dan melakukan perbuatan cabul.

Parlando membenarkan bahwa Freddy Simangunsong adalah suami dari Ellya Rosa Siregar. Namun, peristiwa ini tidak terjadi di rumah Ellya, melainkan di rumah istri kedua Freddy Simangunsong.

Pihak kepolisian terus menginvestigasi kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk Freddy Simangunsong, istri kedua Freddy, pembantu rumah tangga, dan korban.

Saat diperiksa, Freddy membantah melakukan pencabulan dan mengklaim bahwa pada saat kejadian, dia berada di luar rumah. Hal yang sama diungkapkan oleh istri kedua Freddy ketika dia diperiksa, sementara pembantu rumah telah pulang lebih awal.

Meskipun pihak kepolisian telah mengkonfrontasi korban, pelaku, dan saksi lainnya, keterangan mereka tetap tidak sesuai. Korban mengklaim bahwa perbuatan tersebut terjadi, sementara pelaku mengatakan bahwa dia tidak berada di tempat kejadian.

Kasus ini akan terus ditangani oleh pihak berwenang untuk mencari kebenaran di balik tuduhan pencabulan ini. (lh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini