Beranda Hukum Selebgram Pangkalpinang Diciduk Polisi, Karena Nyambi Jadi Muncikari

Selebgram Pangkalpinang Diciduk Polisi, Karena Nyambi Jadi Muncikari

0
Selebgram Pangkalpinang Diciduk Polisi, Karena Nyambi Jadi Muncikari
dok. Polda Bangka Belitung

Pangkalpinang | Sinar Pagi Seorang sosialita yang berasal dari Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), telah ditangkap oleh pihak kepolisian atas keterlibatannya dalam tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Annisa Rama Dewi, yang berusia 22 tahun, ditangkap karena perannya sebagai muncikari dalam kasus ini. Kabid Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Jojo Sutarjo, telah mengkonfirmasi penangkapan tersebut pada Jumat malam (1/9/2023) dan mengungkapkan bahwa Annisa juga dikenal sebagai selebgram.

“Benar, kita berhasil mengamankan diduga pelaku (TPPO) atas nama inisial ARD,” ujar Kombes Jojo Sutarjo kepada Sinar Pagi, Sabtu (2/9/2023).

Selain Annisa, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan dua orang yang menjadi korban TPPO. Totalnya, ada tiga orang yang diamankan oleh Tim Satgas TPPO Ditreskrimum Polda Babel, termasuk pelaku.

“Tim Satgas TPPO Ditreskrimum berhasil mengamankan dua orang yang merupakan korban eksploitasi seksual,” jelas Jojo.

Kasus ini terungkap setelah Tim Satgas TPPO menerima informasi mengenai perdagangan orang yang terjadi di sebuah hotel di Kabupaten Bangka Tengah. Dengan informasi ini sebagai dasar, polisi berhasil mengamankan dua korban prostitusi yang ditemukan di sebuah kamar hotel.

“Awalnya, dua korban berhasil diamankan. Selanjutnya, pelaku berhasil ditangkap ketika berada di sebuah tempat karaoke yang tidak jauh dari lokasi penemuan kasus TPPO,” tegasnya.

Kombes Jojo menjelaskan bahwa pelaku menawarkan korban kepada pria hidung belang dengan tarif sekitar Rp 2-3 juta. Penawaran kepada korban ini dilakukan melalui pesan WhatsApp oleh pelaku.

“Menurut pengakuan para korban, mereka ada yang mendapatkan sejumlah uang antara Rp 1 hingga 2 juta setelah melakukan aktivitas tersebut bersama pelaku,” kata Jojo.

Pelaku ini sekarang menghadapi ancaman hukuman sesuai dengan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau pasal 296 KUHP Sub Pasal 506 KUHP. Polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai sebesar Rp 6 juta, empat telepon genggam, satu unit mobil, serta tagihan hotel. Saat ini, baik pelaku maupun korban masih menjalani pemeriksaan di Polda Babel. (rani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini