Beranda Hukum Arifin Panigoro Penuhi Panggilan Kejaksaan

Arifin Panigoro Penuhi Panggilan Kejaksaan

0
Arifin Panigoro Penuhi Panggilan Kejaksaan
Arifin Panigoro

Jakarta | Sinar Pagi Bos Kelompok Usaha Medco, Arifin Panigoro, Rabu (11/11) tepat pukul 09.15, tiba di Kejaksaan Agung. Ia didampingi kuasa hukumnya, Dr.T.Mulya Lubis. Dengan mengendarai Mercy warna hitam. Kedatangan Arifin tersebut untuk memenuhi panggilan Kejaksaan sehubungan dengan dugaan korupsi triliunan rupiah.

Sesampai di Kejaksaan Agung, Arifin disertai Mulya Lubis, serta Dedi Sjahril Panigoro, adik Arifin, langsung bergegas menuju ruang Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus. “Sementara tidak ada keterangan dulu. Usai pemeriksaan saya akan memberi keterangan pers,”kata Arifin Panigoro. Sedangkan Dedi, tak lama setelah mengantar kakaknya, segera turun ke lantai bawah dan meninggalkan Kejaksaan Agung.

Tuduhan korupsi yang dilontarkan Kejaksaan Agung tersebut berkaitan dengan penerbitan Commercial Paper (CP) sebanyak 21 lembar yang diterbitkan Medco pada Juli 1997. Ke-21 CP tersebut dibeli PT Rekasaran Utama, anak perusahaan PT Asuransi Jasindo. Ke-21 CP tersebut bernilai US $ 165 juta, 369 juta Yen dan Rp 73 miliar. Rupanya, saat CP tersebut jatuh tempo, Medco belum bisa memenuhi kewajibannya untuk membayar CP tersebut.

Soal tuduhan korupsi tersebut, Arifin sendiri pada Minggu (8/11) menilai lebih bernuansa politis ketimbang soal masalah hukumnya sendiri. Soalnya, dalam dunia bisnis, CP yang jatuh tempo dan tidak bisa dilunasi tepat waktu, adalah hal biasa. “Apalagi di jaman krisis seperti sekarang ini. Dan itu juga terjadi di mana-mana,”kata Arifin.

Memang, tuduhan korupsi terhadap Arifin ini dinilai banyak kalangan lebih sebagai upaya politis untuk mengganjal sepak terjang Arifin yang begitu gencar mendukung gerakan pro-reformasi. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) menilai, tuduhan terhadap Arifin tersebut sangat tidak adil. “Kalau Soeharto yang jelas-jelas korupsi tidak segera diusut dan kalau perlu dikenakan tahanan rumah, sementara kasus Arifin yang baru dugaan saja dengan cepat dikerjakan oleh Kejaksaan,”kata Amien dengan mengaku tanpa bermaksud membela Arifin. “Silakan usut Arifin, tapi usut segera Soeharto,” kata Amien Rais. (sugeng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini