Beranda Peristiwa Lucu-lucuan dari SI MPR

Lucu-lucuan dari SI MPR

0
Lucu-lucuan dari SI MPR
Ilustrasi

Peringati Hari Pahlawan

Pam Swakarsa SI MPR yang sering melakukan show of force dengan bersenjatakan bambu runcing, ditanggapi positif oleh Marzuki Darusman, Ketua FKP MPR. Menurut dia, Pam Swakarsa tidak perlu ditakuti. Bagaimana dengan senjata bambu runcing mereka? “Ah, tidak soal. Mereka kan ingin turut memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember yang bertepatan dengan SI MPR?” tukas Ketua TGPF ini, Senin (10/11)

Demonstran Diusir Anjing

Pengunjuk rasa dari kelompok tidak dikenal yang menduduki Jl Gatot Subroto yang menuju arah Semanggi, tepat di depan Gedung MPR, tidak juga pergi dari tempat nongkrongnya meski aparat sudah berusaha keras mengusirnya. Tiap kali diusir, mereka datang lagi. Pusing dengan ulah mereka, serombongan polisi berbaret hitam datang dengan membawa puluhan anjing herder mereka. Akibatnya, mereka kocar-kacir menuju halaman rumah penduduk untuk menyelematkan diri. Rupanya para pendemo justru takut pada anjing.

Wartawan Reuters Borong Tas Sarwono

Seusai bermain tenis di Hotel Mulia kawasan Senayan, Sarwono Kusuma Atmadja diwawancarai oleh seorang wartawan Reuters. Setelah itu, datang dua wartawan dari koran nasional yang siap untuk wawancara. Buru-buru orang Reuters pamitan sambil mengemasi barang-barangnya. Ia cangklong tasnya yang besar, tak lupa juga mengambil tas kopers yang ada di dekatnya dan segera berlalu. Tiba-tiba Sarwono berteriak kencang, “Hai, itu tas saya!” Apa lacur? Ternyata wartawan Reuters itu menggondol juga tas kopers milik mantan menteri yang vokal itu.

Din Syamsuddin Capek Bicara

Ternyata orang MPR ada juga yang capek bicara. Ini dialami oleh Dr Din Syamsuddin, Ketua Litbang Golkar yang juga anggota MPR dari FKP. Ia capek bicara hingga menolak wawancara dengan detikcom. Masalahnya, kata dia, tiap wartawan yang ketemu dia, selalu minta komentar Din soal pertemuan di Markas Kostrad, 14 Mei lalu. “Sudah 20 kali saya ngomong itu. Jadi saya menolak untuk bicara yang ke-21 kali,” kata dia. Untuk istirahat, Din bahkan ngumpet di ruang rapat FKP di Lantai VII Gedung MPR. “Di sini bisa mikirin hal-hal yang romantis. Di ruang kerja saya justru malah bikin capek,” tambah dia. (sugeng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini