Beranda Politik Hari Pertama Konvensi Golkar Sepi “Jangan Samakan Penjaringan Presiden Seperti Swalayan”

Hari Pertama Konvensi Golkar Sepi “Jangan Samakan Penjaringan Presiden Seperti Swalayan”

0
Hari Pertama Konvensi Golkar Sepi  “Jangan Samakan Penjaringan Presiden Seperti Swalayan”
Golkar

Sinar Pagi | Jakarta – Hari pertama Konvensi Nasional Partai Golkar (KNPG) masih sepi. Artinya, belum ada fungsionaris atau kader partai berlambang beringin itu yang mencalonkan dirinya. Termasuk tokoh masyarakat dan pimpinan nasional belum juga mendaftar sebagai kandidat presiden atau wakil presiden (wapres).

Pemantauan Sinar Pagi, Jumat (11/7), pada hari pertama penjaringan capres melalui konvensi di Kantor DPP Partai Golkar Slipi, Jakarta Barat masih sepi. Belum satu orang pun datang mendaftarkan dirinya jadi capres atau wapres.

Ketua dan Sekjen DPP Partai Golkar masing-masing Budi Harsono dan Mahadi Sinambela tampak hadir dan sejumlah staf Sekretaris Partai Berlambang Beringin itu.

“Semula saya mengira begitu konvensi dibuka secara resmi langsung diserbu para fungsionaris atau kader Partai Golkar untuk mendaftar jadi capres. Ternyata tidak demikian. Artinya, meleset dari dugaan semula. Lihat saja, tokoh masyarakat serta pimpinan nasional belum satu pun yang datang mendaftar. Padahal, jauh sebelum KNPG dibuka sudah bermunculan sejumlah nama,” keluh seorang wartawan.

Sementara itu Humas DPP Partai Golkar Drs Antony Z Abidin mengatakan, tidak langsung ramai pendaftar jadi capres atau wapres begitu KNPG dibuka secara resmi. Dia menambahkan, mereka yang berambisi jadi capres atau wapres melalui Partai Golkar akan mengetahui lebih dulu mekanisme penjaringan tersebut.

“Konvensi penjaringan capres dan wapres jangan disamakan dengan transaksi rumah tinggal atau Pasar Swalayan. Untuk bisa tampil jadi capres atau wapres sangat berat. Karena akan memimpin bangsa dan negara RI pada masa periode 2004 – 2009. Sehingga fungsionaris partai berlambang beringin, tokoh masyarakat dan pimpinan nasional berpikir dulu sebelum datang mendaftarkan dirinya masing-masing,” tegas Antony Z Abidin.

Partai Golkar, cetusnya adalah partai besar di Indonesia atau peraih suara terbanyak kedua sesudah PDI Perjuangan (PDIP) pada Pemilu 1999. Sehingga setiap orang yang ingin mendaftar jadi capres melalui partai berlambang beringin mesti siap dan berpikir lebih dulu. Baik terhadap dirinya masing-masing, pemahaman terhadap visi, misi dan platform Golkar serta sejauh mana kemampuannya memimpin bangsa dan negara RI ke depan.

Menurut Humas Partai Golkar yang juga anggota DPR itu, ada sembilan pertanyaan mesti mampu dijawab setiap orang ingin mendaftar jadi capres atau wapres lewat KNPG. Pertama, apakah saya sudah pantas jadi presiden. Kedua, dapat dukungan tidak dari Golkar.

Pertanyaan berikutnya, sudahkah pernah berbuat baik terhadap partai berlambang beringin, bangsa dan negara RI, apakah memiliki kepemimpinan super. Selanjutnya mesti bertanya dalam hati, konsep apa untuk mampu memulihkan multi krisis berkepanjangan, bagai mana membangun persatuan/kesatuan nasional, punya uang apa tidak untuk kampanye. Terakhir, apakah keluarga atau rumah tangga saya harmonis atau tidak. (sugeng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini