Beranda Politik Presiden Partai Keadilan Nur Mahmudi Ismail: Awas Junta Militer

Presiden Partai Keadilan Nur Mahmudi Ismail: Awas Junta Militer

0
Presiden Partai Keadilan Nur Mahmudi Ismail: Awas Junta Militer
Nur Mahmudi Ismail

Jakarta | Sinar Pagi Presiden Partai Keadilan Nur Mahmudi Ismail mengatakan, bahwa saat ini banyak berkeliaran para provokator. Mereka ini sengaja memanfaatkan massa yang kini sedang emosi karena lemahnya pemahaman terhadap agama.

Para provokator itu, kata Nur Mahmudi, sengaja melakukan itu dengan tujuan agar terjadi konflik horisontal. “Tujuan mereka itu pada intinya untuk mempercepat terwujudnya junta militer. Ini harus diwaspadai,” kata Nur dalam pembukaan Mukernas Partai Keadilan di Gedung Granada, Jakarta, Kamis (3/12).

Selain itu, tambah Ketua Partai yang berusia muda itu, konflik-konflik ini sengaja dilakukan dengan tujuan agar suasana pemerintahan kian kacau dan mereka ingin memaksakan terbentuknya pemerintahan yang baru. Dan, dalang kerusuhan itu, kata Nur adalah karena adanya persaingan antar elit politik yang punya kepentingan.

Nur mengatakan itu berkaitan dengan banyaknya kerusuhan yang terjadi di masyarakat akhir akhir ini, seperti peristiwa Ketapang, Kupang, dan terakhir Ciamis. Ketiga persitiwa itu dikaitkan dengan SARA. Hal ini dilakukan karena para provokator itu sadar bahwa isu itu cukup efektif untuk menciptakan kerusuhan.

“Kerusuhan yang berakibat terhadap perusakan tempat ibadah itu menunjukkan bahwa kualitas bangsa di puncak paling bawah selama Orba. Selain itu peran agama disisihkan. Dan kejadian ini wujud bahwa bangsa Indonesia semakin terpuruk pemahanaman agamanya,” katanya.

Oleh karena itu, Partai Keadilan mengimbau seluruh bangsa dididik agamanya masing-masing. Seluruh parpol memperbaiki agamanya dengan kembali menggunakan azas agamanya masing-masing.

Kerusuhan berbau SARA itu, tambah Nur Mahmudi bisa terjadi karena pemahaman dan landasan agama pelakunya lemah. Oleh karena itu dia mengusulkan agar setiap partai melandaskan azas partainya pada agama. Sebab bila sebuah partai memiliki azas agama tidak akan terjadi kerusuhan SARA seeperti itu karena tidak ada satu agama pun yang membenarkan peruskan terhadap tempat ibadah.

Seperti diketahui, dalam kerusuhan di Ketapang, Kupang, dan Ciamis tempat ibadah menjadi sasaran amukan massa. Dengan kenyataan itu, maka Partai keadilan berpendapat perlunya dibuat Undang-undang Perlindungan tempat Ibadah. Ini dimaksudkan agar makin maraknya perusakan tempat ibadah bisa terhindari.

“Pusaran politik yang berada di balik agama, tak akan menuntaskan konflik bangsa,” kata Nur. Selanjutnya, Partai keadilan selama empat hari sejak hari ini sampai 6 Desember akan melakukan Mukernas di Parung untuk menyusun program kerja partai menghadapi Pemilu 1999. (sugeng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini