Beranda Seleb Siskaeee Akan Hadiri Panggilan Pemeriksaan Terkait Kasus Film Porno pada Pekan Depan

Siskaeee Akan Hadiri Panggilan Pemeriksaan Terkait Kasus Film Porno pada Pekan Depan

0
Siskaeee Akan Hadiri Panggilan Pemeriksaan Terkait Kasus Film Porno pada Pekan Depan
dok. Istimewa

Jakarta – Selebgram terkenal, Siskaeee, yang terlibat dalam kontroversi produksi film dewasa di Jakarta Selatan, kembali tidak menghadiri panggilan Polda Metro Jaya sebagai saksi. Namun, Siskaeee telah memberikan jaminan bahwa dia akan menghadiri panggilan tersebut pada pekan mendatang.

“Dengan tegas, saya akan menghadiri panggilan Polda Metro Jaya pada tanggal 25 September, hari Senin, pukul 10 pagi, untuk memberikan keterangan yang diperlukan oleh penyidik,” ucap Siskaeee melalui akun Instagramnya, seperti yang dilihat oleh Sinar Pagi pada Senin (19/9/2023).

Siskaeee menyatakan komitmennya untuk memberikan keterangan yang jelas, lengkap, dan bersedia berkooperasi sepenuhnya dengan penyelidikan.

“Saya akan memberikan keterangan yang jelas, lengkap, dan transparan, serta bersikap kooperatif dalam proses ini,” kata Siskaeee.

Selain Siskaeee, sebanyak 11 wanita terlibat dalam kasus film dewasa yang sedang diselidiki oleh pihak berwenang, termasuk selebgram dan artis dengan inisial VV, CN, SE, E, BLI, M, MGP, S, J, ZS, dan AB. Sementara itu, terdapat lima pria yang juga terlibat dalam peran dalam produksi tersebut, yaitu BP, P, UR, AG (AD), dan RA.

Secara total, ada lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka termasuk laki-laki I sebagai sutradara, admin website, pemilik, dan produser. Selain itu, ada juga laki-laki JAAS yang berperan sebagai kamerawan, laki-laki AIS sebagai editor, dan laki-laki AT sebagai sound engineer. Wanita dengan inisial SE juga berperan sebagai sekretaris dan pemeran dalam film tersebut.

Kombes Ade Safri Simanjuntak, Direktur Krimsus Polda Metro Jaya, juga mengungkapkan bahwa para pemeran dalam film dewasa ini dibayar antara Rp 10 hingga 15 juta per penampilan.

“Dalam pembuatan film asusila tersebut, tidak ada kontrak yang mengikat para pemeran. Pembayaran mereka hanya diberikan sekali untuk setiap film, dengan kisaran antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta,” ungkap Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan pada Senin (11/9).

Ia juga menjelaskan bahwa besarnya bayaran ini bergantung pada tingkat popularitas masing-masing pemeran, sehingga semakin terkenal pemeran tersebut, semakin tinggi juga bayarannya.

“Besaran bayaran tersebut bervariasi tergantung seberapa besar pengaruh pemeran atau talenta yang bersangkutan di masyarakat,” jelasnya.

Reporter: Sugeng

Editor: Aditya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini