Beranda Berita Kasus Pemerkosaan Terbongkar Setelah Ibu Dengar Curhat Anak ke Teman

Kasus Pemerkosaan Terbongkar Setelah Ibu Dengar Curhat Anak ke Teman

0
Kasus Pemerkosaan Terbongkar Setelah Ibu Dengar Curhat Anak ke Teman
Ilustrasi

Jakarta – Seorang gadis berusia 13 tahun di Tambora, Jakarta Barat, telah menjadi korban pemerkosaan yang mengerikan. Pelaku, seorang pemuda berusia 18 tahun yang dikenal dengan inisial W, merupakan tetangga dari korban itu sendiri.

Kejadian tragis ini terungkap setelah korban berbagi rahasia dengan seorang temannya. Curahan hati korban ini kemudian mencapai telinga ibunya.

Tidak bisa menerima kenyataan bahwa anaknya telah menjadi korban kejahatan seksual, sang ibu segera melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwajib. Polsek Tambora segera menanggapi laporan ini dengan cepat dan berhasil menangkap pelaku.

Kapolsek Tambora, Kompol Putra Pratama, menjelaskan bahwa pemerkosaan itu terjadi pada Jumat (8/9), sekitar pukul 23.00 WIB, di sebuah gang dekat rumah korban. Korban merasa ketakutan dan tidak berani mengungkapkan kejadian mengerikan itu kepada orangtuanya.

Namun, korban akhirnya menemukan keberanian untuk berbicara kepada temannya tentang apa yang dialaminya. Percakapan itu, yang awalnya hanya merupakan curhatan korban, akhirnya didengar oleh ibu korban.

Putra menjelaskan, “Ketika ibu korban secara tidak sengaja mendengar curahan hati anaknya kepada temannya bahwa dia telah menjadi korban pemerkosaan oleh pelaku, barulah peristiwa ini terungkap.”

Mendengar cerita tersebut dari sang ibu, korban akhirnya menceritakan peristiwa mengerikan itu secara detail kepada ibunya.

Putra menambahkan, “Ketika ditanya oleh ibunya, akhirnya korban bersedia berbicara, dan orangtua korban segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Tambora.”

Saat ini, pelaku dengan inisial W telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Dia akan menghadapi tuntutan hukum sesuai dengan Pasal 81 juncto 76D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tindakan ini berpotensi menghadapkan pelaku pada hukuman penjara dengan rentang waktu antara 5 hingga 15 tahun.

Kompol Putra juga mengungkapkan bahwa pelaku dan korban masih bertetangga, dan pelaku diketahui sebagai seorang pengangguran.

“Pelaku adalah seorang pengangguran dan juga tetangga korban,” tambahnya.

Putra menambahkan bahwa pelaku telah mengakui tindakannya yang mengerikan ini. Dia mengakui bahwa perbuatannya ini terjadi setelah dia menonton konten pornografi di ponselnya.

“Pelaku telah mengakui tindakannya, dan dia hanya melakukannya sekali setelah menonton video porno di ponselnya,” kata Putra. (sugeng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini