Beranda Seleb Dr. Richard Lee Diduga Nistakan Agama, MUI Dukung Proses Hukum Berjalan

Dr. Richard Lee Diduga Nistakan Agama, MUI Dukung Proses Hukum Berjalan

0
Dr. Richard Lee Diduga Nistakan Agama, MUI Dukung Proses Hukum Berjalan
dr. Richard Lee

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan dukungan penuh terhadap upaya pemolisian terhadap dr. Richard Lee, seorang dokter kecantikan yang tengah disorot karena dugaan penistaan agama melalui konten YouTube pribadinya. Kasus ini mencuat setelah dr. Richard memadukan kalimat “kun fayakun” dengan mantra “simsalabim” dalam salah satu video yang diunggahnya.

Sebagai seorang Youtuber dengan jutaan pengikut, banyak yang menyoroti keputusan dr. Richard untuk tidak mengedit kontennya sebelum disiarkan kepada publik. Hal ini mengundang kritik tajam, baik dari masyarakat maupun pihak yang merasa terganggu dengan kontennya.

Ketua Umum Barisan Advokat Bersatu, Herwanto, yang juga merupakan salah satu pelapor dan saksi dalam kasus ini, menyatakan bahwa MUI telah memberikan dukungan penuh untuk melaporkan kasus penistaan agama ini ke pihak berwajib. Selain itu, MUI juga bersedia untuk menjadi saksi ahli dalam persidangan nanti, Senin (2/10/2023).

Menurut Herwanto, pihak kepolisian akan memanggil seorang saksi bernama Sapran dalam kasus ini sebelum memeriksa terlapor, yaitu dr. Richard Lee. “Kita harus mengikuti proses hukum dengan cermat,” ujar Herwanto.

Herwanto juga menegaskan bahwa dr. Richard seharusnya bertanya kepada ahli agama atau pihak yang berkompeten jika dirinya tidak memahami makna kata-kata agama yang digunakan dalam kontennya. “Kesalahan ada pada dirinya karena dia memiliki kendali atas konten yang ia produksi. Kontennya itu bukan siaran langsung, sehingga seharusnya diedit terlebih dahulu sebelum disiarkan,” tambah Herwanto.

Dalam pernyataannya, Herwanto juga menyatakan harapannya agar dr. Richard mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. “Kami akan berjuang agar dia dipenjarakan sesuai dengan perbuatannya. Kami menunggu hasil persidangan, dan semoga hukuman yang diberikan adalah yang pantas,” tutupnya.

Selain MUI dan pihak hukum, GP Ansor juga turut angkat bicara dalam kasus ini. Gus Hendy, seorang anggota GP Ansor yang juga menjadi saksi dalam kasus ini, menganggap bahwa penggunaan kalimat-kalimat agama dalam konten dr. Richard sebagai penistaan agama. Ia menilai bahwa dr. Richard telah menyimpang karena mencampuradukkan kalimat ciptaan manusia dengan kalam Tuhan.

“Dalam pandangan saya, ini adalah penistaan. Menggabungkan kalimat buatan manusia dengan kalam Allah, seperti ‘kun fayakun’ dan ‘simsalabim,’ adalah tindakan yang tidak pantas. Ini adalah penyimpangan jauh dari prinsip-prinsip agama,” ujar Gus Hendy.

Gus Hendy juga menegaskan bahwa masalah ini perlu diluruskan untuk menghindari penyebaran pemahaman yang salah terkait dengan agama. “Kita harus bersama-sama memastikan bahwa penistaan agama tidak dibiarkan begitu saja,” tambahnya.

Kasus penistaan agama yang melibatkan dr. Richard Lee ini terus menjadi perbincangan hangat di masyarakat. (rendi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini